Perpustakaan memiliki peran penting dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, mandiri dan mampu berdaya saing di era global. Salah satu peran penting tersebut ialah membangun ekosistem masyarakat berpengetahuan (knowledge based society). Maka dari itu, dalam upaya mewujudkan ekosistem masyarakat yang berpengetahuan, perpustakaan mengusung rencana strategis penguatan gerakan literasi. Gerakan literasi yang dibentuk oleh perpustakaan bertujuan untuk gerakan kolektif kemasyarakatan ini ialah menghidupkan tradisi dan budaya baca di masyarakat secara sistematik. Perpustakaan nasional meyakini bahwa ekosistem masyarakat berpengetahuan dapat menjadi fondasi sosial yang sangat kokoh, untuk mendorong proses trarsformasi masyarakat, menuju kehidupan yang lebih sejahtera, adil dan makmur. Tema penguatan literasi untuk kesejahteraan ini diharapkan mampu mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing menyongsong era Industri 4.0. Dalam mengusung penguatan literasi untuk kesejahteraan, perpustakaan melakukan transformasi layanan berbasis inklusi sosial Perpustakaan bertransformasi menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman, belajar secara kontekstual dan berlatih keterampilan hidup.

Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2018 Tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2019, mengamanatkan beberapa hal kepada Perpustakaan Nasional untuk dapat dilaksanakan pada tahun 2019, Peraturan Presiden tersebut juga memberikan arah kebijakan dalam rangka pembangunan perpustakaan yang harus dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional sebaga priontas nasional, yaitu

  1. Mengembangkan transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial, melalui (a) pemerataan layanan perpustakaan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan desa; (b) peningkatan akses literasi informasi terapan dan inklusif; (c) pendampingan masyarakat untuk literasi informasi; (d) peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi; (e) penguatan kerjasama dan jejaring perpustakaan dengan berbagai lembaga pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat; dan (f) pemanfaatan sumber pendanaan secara efektif untuk peningkatan kualitas pelayanan perpustakaan.
  2. Meningkatkan budaya gemar membaca melalui: (a) peningkatan peran keluarga, komunitas dan kader literasi; (b) paningkatan kualitas dan keberagaman koleksi perpustakaan; dan (c) peningkatan kampanye budaya kegemaran membaca; serta
  3. meningkatkan pengelolaan dan pelestarian fisik, serta kandungan informasi bahan pustaka dan naskah kuno melalui: (a) konservasi fisik bahan perpustakaan dan naskah kuno; dan (b) pelestarian kandungan informasi bahan perpustakaan dan naskah kuno.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan mengamanatkan bahwa dalam rangka meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa, perlu ditumbuhkan budaya gemar membaca melalui pengembangan dan pendayagunaarn perpustakaan sebagai sumber informasi dan pengetahuan. Oleh karena itu, Perpustakaaan Nasional sebagai lembaga pemerintah non kementerian mempunyai peran yang strategis dalam mewujudkan masyarakat cerdas sesuai kapasitasnya sebagai perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan pelestarian, dan pusat jejaring perpustakaan yang perlu direncanakan secara sistematis, terukur dan berkelanjutan yang dituangkan dalam rencana pembangunan baik jangka pendek, menengah dan panjang.

Melalui forum Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan, visi bersama, komitmen dan berbagi pengalaman antar pelaku pembangunan perpustakaan dan pegiat literasi di pusat dan daerah dipertemukan. Penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan merupakan salah satu upaya dalam melaksanakan konsolidasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan di bidang perpustakaan untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan. Dalam acara tersebut perwakilan Pustakawan dari Perpustakaan Institut Teknologi dan Sains Bandung turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan tahun 2019 yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 13 s.d. 16 Maret 2019 di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan.

Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2019 difokuskan pada upaya Perpustakaan Nasional untuk memantapkan program dan kegiatan dalam rangka pelaksanaan amanat yang terdapat dalam Perpres tentang RKP, Rencana Strategis Perpustakaan Nasional 2015-2019, serta perumusan rencana ke depan pembangunan di bidang perpustakaan tahun 2020.


Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog